ppinews masthead

Menjadi pengalaman unik tersendiri dan menyenangkan buat dikenang bagi mereka yang kuliah di Prancis untuk keliru, kurang tahu atau bahkan tidak sadar walau tahu ketika harus menggunakan ‘Vous’ tetapi terucap ‘Tu’ dan sebaliknya.

Bahasa atau budaya prancis memberi perbedaan untuk memanggil seseorang antara yang telah dikenal akrab dengan yang belum akrab. Atau untuk mengalamatkan seseorang dengan posisi/kedudukan yang berbeda tergantung situasinya.

*Tidak ada aturan dasar dalam penempatan kedua kata di atas, tetapi keliru dalam penggunaannya bisa jadi dapat menyuramkan suasana atau bahkan bisa dianggap tidak sopan.  Disini kita perlu berhati-hati


Kapan menggunakan Tu dan Vous?
Quand tutoyer, Quand vouvoyer?

-Tu yang berarti « kamu », digunakan untuk memanggil teman, anggota keluarga atau orang yang telah kita kenal akrab. Umumnya dipakai pada situasi informal, pertemanan atau kekeluargaan.

-Vous yang berarti « anda », digunakan untuk mengalamatkan ke orang yang baru kita ketemui, orang asing atau yang belum kita kenal, orang yang kedudukannya lebih tinggi (misal : Directeur/Directrice/Professeur) atau orang yang lebih tua sebagai penghormatan. Pada situasi formal, kita selalu menggunakan « vous ».

*Vous disini tidak berarti -kalian- tetapi -anda- (pluriel de politesse/plural of respect)


Dari Vous ke Tu

Jika ada orang yang meminta anda menggunakan Tu dengan pertanyaan-pertanyaan berikut : ‘On se tutoie ?’ atau ‘On peut peut-être se tutoyer maintenant?’  atau ‘Je peux te tutoyer?’, maka kita harus selalu mengiyakan dengan menjawab « d’accord/oui » kemudian dari saat itu dan seterusnya langsung menggunakan Tu. Akan terasa aneh kalau kita menolaknya. Selanjutnya, kita mungkin akan merasa tidak enak atau janggal memanggil orang tua atau orang yang kita hormati dengan Tu, tetapi jangan khawatir selama mereka yang memintanya. Ini wajar/normal dimana hampir semua orang mengalaminya. Seiring waktu kita akan biasa.

-     On se tutoie?                                                    : Kita menggunakan « Tu »?

-     On peut peut-être se tutoyer maintenant?       : Kita mungkin bisa menggunakan « Tu » sekarang?

-     Je peux te tutoyer?                                          : Apakah saya bisa menggunakan « Tu » denganmu?

 

Umumnya ketika bericara dengan orang yang jauh lebih muda atau dikalangan remaja atau disuatu situasi pekerjaan khusus, kita biasanya langsung menggunakan Tu. Namun demikian, sangat disarankan untuk selalu menggunakan Vous pada langkah pertama karena lebih baik keliru menempatkan Vous daripada keliru menggunakan Tu. Memanggil orang asing atau dosen dengan Tu apalagi ketika berada disituasi formal, bisa dianggap tidak sopan, tidak menghormati atau bahkan tidak menghargai. Ketika itu, kita harus cepat-cepat meminta maaf begitu sadar ketika keliru karena kalau tidak, semua urusan bisa terganggu.


Kita juga bisa menanyakannya langsung kepada lawan bicara : ‘Ça vous dérangerait si on se tutoyait ? ’ --Apakah akan mengganggu anda sekiranya kita menggunakan Tu?. Kalau diperbolehkan maka barulah kita boleh dengan tenang menggunakan Tu. Namun, jangan menanyakan hal ini ke Direktur/Bos atau Dosen anda karena biasanya jawabannya akan selalu « iya » tetapi ini tidak pada tempatnya. Menggunakan Tu hanya kalau mereka yang meminta, karena keputusan penggunaan Tu selalu ada pada mereka (pada hirarki yang lebih tinggi).

 
Khusus untuk mahasiswa S3/Doctorat

Hubungan dosen pembimbing (professeur) dengan mahasiswa S3/doctorat biasanya adalah partner atau rekan kerja. Umumnya kita menggunakan Tu disituasi normal/harian dan menggunakan Vous dalam rapat/réunion atau situasi formal lainnya. Tetapi, ini sangat tergantung kedekatan antara profesor dengan mahasiswa S3 bimbingannya. Sekali lagi, professor-lah yang menentukan apakah kita bisa menggunakan Tu. Lebih aman jika kita selalu menggunakan Vous.

Bagi kebanyakan mahasiswa Indonesia, sulit bagi kita untuk memanggil dosen atau orang tua dengan Tu atau dengan nama beliau langsung. Namun pada saat yang sama, rasanya tidak enak ketika beliau telah mengakrabkan diri dan menganggap teman dan memanggil kita terus-terusan dengan Tu sementara kita selalu menggunakan Vous. Apalagi dalam setiap korespondensi, beliau selalu menutup surat dengan ungkapan « Amitiés » atau « Amicalament » yang menunjukkan pertemanan yang akrab. Seandainya beliau menutup percakapan dengan formal: « Cordialement » atau « Bien cordialement », maka kita dapat menduga agar selalu menggunakan Vous.

Kadangkala, saat mereka telah menggunakan Tu sementara kita selalu menggunakan Vous dengan alasan tidak enak, biasanya mereka kemudian akan ikut menggunakan Vous yang pada akhirnya juga membuat kita jadi tidak nyaman. Demikian juga dalam berkorespondensi, ketika beliau telah menggunakan Amitiés atau Amicalement, jika kita menjawabnya dengan Cordialement atau Bien Cordialement, maka mereka biasanya kemudian akan ikut mengganti dengan Cordialement. Pada titik ini sekiranya hubungan telah akrab, mungkin sebaiknya menggunakan Tu dan Amitiés/Amicalement.

Seorang doctorat prancis tahun pertama yang kebetulan adalah adik kelas sekaligus dibawah bimbingan profesor yang sama pernah bertanya “Apakah kamu memanggil Luis (Profesor kami) dengan Tu atau Vous?”

Ternyata, orang prancis-pun bisa sama bingungnya. “Luis memanggilku dengan Tu disituasi biasa/sehari-hari atau ketika bercanda sehingga saya-pun kemudian memanggilnya dengan Tu. Tetapi di ruang rapat atau disituasi yang penting, beliau memanggil dengan Vous. Ketika itu, saya menyadari kalau saat itu adalah situasi yang serius dan beliau ingin agar saya memberi perhatian penuh terhadap apa yang sedang kami diskusikan tanpa melihat kedekatan (kudu profesional). Walaupun demikian, memanggil beliau dengan Tu selalu membuatku tidak enak. Jadi, saya biasa memilih memanggil nama atau sering kali memodifikasi kalimat yang ingin diucapkan sedemikian rupa sehingga tidak perlu menggunakan Tu”.

Penutup

Buat kita yang étranger, tidak perlu terlalu takut atau khawatir. Umumnya orang prancis akan mengerti dan maklum kalau kita keliru asal tidak lupa untuk memperbaiki begitu tahu.

1. Jika tidak tahu, gunakan “Vous”: Bagaimanapun lebih baik terdengar terlalu sopan dari pada terdengar terlalu aggressive a.k.a. sok akrab.
2. Vous digunakan untuk menunjukkan penghormatan. Pastinya kita gunakan untuk Direktur/Bos, kolega atau tetangga atau siapapun yang jauh lebih tua (kecuali anggota keluarga) atau orang dengan posisi hirarki di atas kita, dan orang yang belum dikenal serta orang-orang yang kita hormati (dosen, guru, dokter atau orang-orang ofisial lainnya).
3. Tu digunakan untuk memanggil teman, temannya teman, anak-anak atau remaja, kolega yang telah kita kenal, dan kepada siapapun yang meminta kita menggunakan “Tu” (untuk mencairkan suasana).
4. Sangat aneh biasanya untuk beralih dari Vous ke Tu, tetapi hal ini wajar dimana semua orang mengalaminya. Jika ada seseorang yang ingin anda memanggilnya dengan Tu, maka anda harus meng-iya-kannya.
Kalimat pertama akan terasa sangat janggal dan aneh tetapi kemudian kita akan biasa seiring waktu. Dengan kata lain, kalau telah diminta maka dia menjadi keharusan walau tanpa paksaan.

Tetapi manusia adalah mahluk yang lupa. Oleh karena itu, begitu ingat, begitu meminta maaf dan kemudian jangan lupa meluruskan, lama-lama kita akan terbiasa dan kemudian menjadi budaya. Kala bisa karena biasa!

 

On vous souhaite une très belle rentrée
« L’université est une chance » Bonne courage!
Humas PPI Prancis, 2015
Dari pengalaman pribadi dan penulusuran informasi

 

“I and the apogee of knowledge, come and learn because with knowledge you can become what you want to be in the future!” 
Ungkapan yang terpahat pada dinding universitas tertua di dunia (oleh UNESCO dan Guinness World Records),
University of al-Qarawiyyin/Karueein, didirikan oleh seorang wanita bernama Fatima, di Kota Fès, Morocco

 

Lebih jauh/further info/plus loin consultez:
http://www.commeunefrancaise.com/tu-or-vous-rules/
http://plug-inn.fr/french-culture/tu-vs-vous-cultural-guide/
http://www.francaisfacile.com