ppinews masthead

Il n’y a rien de plus compliqué que de se dire bonjour en France! -arte.tv

Tidak ada yang paling membingungkan dari kultur Prancis selain dalam memberi salam, karena orang Prancis tidak hanya sekedar mengatakan ‘selamat pagi’ atau ‘hi’,  tetapi juga ils se font la bise! a.k.a bercipika-cipiki.

Mahasiswa Indonesia di Prancis biasanya masing-masing memiliki pengalaman yang unik dan geli, yang sering kali kalau diingat bisa malu sendiri. Salah satunya bisa jadi terkait dengan budaya sapa orang sini, faire la bise.

Sebelum membahas lebih jauh, mungkin sebaiknya kita menyadari bahwa standar kesopanan berbeda-beda tiap negara, berbeda-beda tergantung budaya atau kebiasaan masyarakatnya. Di India misalnya, di mana wanita berpakaian dengan memperlihatkan pusarnya sesuai budaya mereka, dianggap tidak sopan buat orang Amerika. Namun sebaliknya, memakai rok mini yang dianggap biasa di Amerika, justru dianggap tidak sopan bagi masyarakat India. Kesopanan memang caranya tidak sama untuk semua bangsa. Ada masyarakat yang menganggap melihat perempuan saja sudah tidak sopan sehingga tidak heran jika di sana, wanita berpakaian tertutup semuanya kecuali sedikit celah-celah di antara kain penutup mata. Ada juga masyarakat yang menganggap berbicara kepada wanita sudah tidak sopan. Ada lagi yang menganggap berbicara tidak apa-apa selama tidak bersentuhan. Yang lain menganggap bersentuhan untuk berjabatan tangan tidak apa-apa. Lebih jauh ada yang menganggap mencium pipi kanan dan kiri tidak apa-apa. Bahkan ada masyarakat yang menganggap berhubungan apapun tidak apa-apa asal berdasar suka sama suka. Dengan demikian, kita tidak dapat menilai atau memaksakan sesuatu terhadap orang lain yang berbeda budaya.

Faire la bise/Cipika-cipiki

Saat bertemu dan menyapa, masyarakat prancis memiliki kebiasaan cium pipi kanan dan kiri (faire la bise): antara perempuan dengan laki-laki, atau perempuan dengan perempuan. Namun, kebiasaan ini hanya dilakukan terhadap keluarga atau teman dekat, dan tidak pada dosen atau atasan, tidak juga pada situasi formal atau profesional, kecuali kepada kolega yang telah dikenal.

Faire la bise mengindikasikan kedekatan hubungan pertemanan atau kekeluargaan. Dalam pergaulan, ia bertujuan untuk mencairkan suasana, atau demi membuat seseorang yang baru bergabung dalam suatu grup untuk cepat merasa diterima. Oleh karena itu, menolaknya dapat mengundang buruk sangka sehingga mereka yang tidak ingin melakukannya, harus memberitahu alasannya (misal, kalau sedang sakit), atau dapat diganti dengan jabatan tangan, atau meski sekedar lambaian tangan. Faire la bise juga biasa dilakukan ketika memberi selamat kepada seseorang.


*Faire la bise = Baiser sur la joue = Cheek kissing = Bercipika-cipiki.
*A.k.a. = Also known as = Alias.
*ARTE.tv = La Télévision culturel franco-allemand.

 

L’Enfer de la bise: Un terrible moment. Sisi negatif dari cipika-cipiki

“Tiba-tiba dia mendatangiku, kemudian mendekat kepadaku. Secara reflex dan bersamaan, aku-pun mendekatkan wajahku kepadanya ingin membalas atau ikut bercipika-cipiki. Eh, ternyata dia hanya mengelilingku dan  menepuk pundakku. Akupun cepat-cepat mengembalikkan posisiku berusaha menutupi kekeliruanku. Namun, saat itu aku benar-benar terlihat bodoh, j’ai l’air idiot”  -http://blogs.rue89.nouvelobs.com

Faire la bise merupakan kebiasaan harian penuh jebakan dan paling sulit dimengerti. Ini karena, tidak ada aturan tertulis dalam melakukannya. Bagi masyarakat non-Prancis, hal ini bisa sangat membingungkan, mengingat sangat aneh untuk bercipika-cipiki dengan lawan jenis, apalagi kepada mereka yang belum pernah ditemui. Lebih lanjut, Bise atau cipika-cipiki dilakukan dengan cara berbeda dan bervariasi antar wilayah. Umumnya, orang-orang melakukannya dua kali (pipi kanan dan kiri), tetapi ada juga yang melakukannya satu kali, atau bahkan lebih: tiga, empat, hingga lima kali.

Ada sebuah lelucon Prancis yang mengatakan bahwa tingkat keramahan sebuah kota ditentukan dari berapa banyak jumlah bise yang dilakukan masyarakatnya. Di Paris, faire la bise biasanya dilakukan dua kali. Di Montpellier, orang-orang melakukannya 3 kali, Turbale 4 kali dan seterusnya.  Jadi, ketika kita tidak tahu seseorang itu berasal dari mana, tidak jarang hal ini mendatangkan kegelisahan (vivre un moment de flottement déstabilisant), termasuk bagi orang Prancis sendiri.

“Ketika engkau akan memberikan bise untuk yang kedua kali, ternyata dia telah menarik diri sambil mengatakan 'Ah, Tidak! Di tempatku hanya satu kali', benar-benar membuatku malu

“Sangat tidak mengenakkan ketika akan mencoba memberikan bise yang ketiga, eh, ternyata dia telah mundur dan berhenti. Atau ketika kita telah selesai, ternyata dia masih akan memberi bise lagi. Jadi salah tingkah, penuh salah paham yang benar-benar membuat suasana jadi suram. Orang prancis-pun bahkan tidak tahu berapa kali bise seharusnya diberikan, yang memang bervariasi antar lokasi. Seseorang mengatakan padaku kalau di Strasbourg, bise diberikan dua kali, tetapi yang lain mengatakan tiga kali dan seterusnya….” -https://adeledebrief.wordpress.com

Kebingungan ini bahkan sampai-sampai membuat media-media internasional seperti The New York Times hingga The Economist melakukan penelitian tentang perbedaan jumlah Bise yang dilakukan di tiap wilayah Prancis. Berikut salah satu hasilnya dalam bentuk peta:

When people with incompatible greeting strategies meet, the result can sometimes be a never-ending dance of thrust and withdraw –The Economist

*Bisou = Bise = Cipika-cipiki.
*Faire la bise = Bercipika-cipiki.
*L’Enfer = Neraka.
*Un terribe moment = Momen yang mengerikkan.
*Peta interaktif jumlah bise setiap wilayah dapat dilihat pada link berikut http://combiendebises.free.fr

Bagaimana kalau tidak ingin melakukan Bise?

Faire la bise dengan lawan jenis, bukan kebiasaan kebanyakan orang Indonesia kecuali mungkin terhadap orang tua atau keluarga dekat di rumah. Kebiasaan ini umum ditemukan di negara-negara Eropa kecuali Eropa Utara. Di utara, orang-orang Jerman misalnya, menganggap faire la bise 'sangat membosankan' mengingat seringnya ia dilakukan. Demikian juga di negara-negara Anglophone (UK atau Amerika) dan Asia, sapaan umumnya dilakukan dengan jabatan tangan (hand-shaking). Bahkan di sana, faire la bise atau cheek-kissing bisa dianggap tidak sopan (inappropriate) kecuali dengan orang dekat. Apalagi pada negara-negara yang budayanya dipengaruhi ajaran Hindu, Budha dan Islam.

“Americans, as far as I can tell, would much prefer to go unkissed” -The Economist

Berjabatan-tangan sejak awal atau di semua situasi sebenarnya lebih baik karena akan menghindari salah paham atau salah tingkah bagi kedua pihak, apalagi kalau sedang berada di keramaian, tiidak mungkin memberi bise satu per satu pada semua orang. Lebih-lebih jika ternyata mereka yang ditemui adalah orang Inggris atau Amerika yang lebih suka untuk tidak melakukannya dan memilih untuk berjabatan-tangan saja.


Comment évitez la bise? Menghindari Bise!

Karena orang Prancis-pun tidak memberi bise pada orang asing, atau saat banyak orang, atau kalau lagi sakit, maka kita sebaiknya selalu memberitahukannya, disertai alasannya “Je te fait pas la bise, je suis malade – Saya tidak melakukan bise, saya sedang sakit". Seseorang ber-inisial « Rire Jeune » membuat sebuah video yang menggambarkan salah satu situasi diatas : http://www.dailymotion.com/video/x2ttpu9.

Menghindari Bise hendaknya dilakukan secara aktif dan tidak menunggu sampai lawan bicara terlalu dekat, karena menolaknya ketika itu, bisa jadi membuatnya malu. Oleh karena itu, sebisa mungkin kita menyodorkan tangan lebih dulu saat bertemu, agar dia mengetahui kalau kita hanya ingin menyalaminya dengan jabatan-tangan saja. Dengan demikian, dia-pun terselamatkan dan kita semua terhindar dari salah paham atau ketersingungan.

Bagi yang tidak ingin bersentuhan, mereka dapat melakukannya dengan melambaikan tangan atau dengan mengatakan sambil memberi alasan. Prancis adalah negara terbuka di mana perbedaan pendapat sudah biasa.  Orang-orang sini terkenal akan rasa saling pengertian yang tercermin pada kesenangan dan penghargaan yang tinggi terhadap kekayaan/keanekaragaman budaya.  Jadi, tidak perlu ragu untuk menolak sesuatu selama kita memberi tahu.

Seseorang mengundang anda di sebuah pertemuan yang ternyata di sana ada banyak orang. Setelah beberapa salam, anda berkeringat atau ada keringat dari orang lain yang menempel di pipi anda. Pada saat itu, anda dapat mundur, tersenyum sambil menerangkan kepada orang-orang kalau anda ingin berhenti memberi cipika-cipiki, atau dengan bahasa tubuh agar mereka mengerti kalau anda tidak ingin melakukannya lagi sehingga kesalahpahaman dapat dihindari” -http://bonnes-manieres.com/comment-faire-la-bise

Menghindari bise, bisa juga dilakukan dengan langsung bertanya kabar ketika menyapa, karena biasanya yang dilakukan di awal pertemuan adalah memberi salam, faire la bise, kemudian saling bertanya keadaan. Jadi, kalau Anda melompat langsung ke tahap bertanya kabar, maka kita kemudian langsung fokus pada pertanyaan lalu dilanjutkan dengan obrolan. Namun demikian, menyodorkan tangan atau memberitahu langsung ke yang bersangkutan adalah langkah yang jauh lebih baik.

Penutup Quand? Qui? Comment ? Combien ? Mieux Faire ?

- Quand? Kapan ? Di setiap pertama kali bertemu, atau setiap kali datang ke rumah teman, atau ketika bertemu di suatu acara/perayaan.
- Qui? Kepada Siapa ? Laki-laki dengan perempuan, dan perempuan dengan perempuan. Tapi ingat, hanya kepada yang sudah dikenal. Jangan pernah memberi bise kepada seseorang yang baru ditemui pertama kali. Tidak juga pada atasan, atau pada situasi formal/profesional. Beberapa wilayah tertentu, faire la bise juga dilakukan antar laki-laki tetapi tidak selalu.
- Combien ? Berapa kali ? Berbeda-beda tiap wilayah, bisa satu, dua hingga lima kali. Itu sebabnya kalau keliru bisa jadi menjengkelkan bahkan sering kali memalukan.
- Comment ? Bagaimana ? Biasanya dimulai dengan pipi kanan.
- Mieux Faire ? Eviter la bise ! Sebaiknya ? Hindari Faire la bise ! Menghindari faire la bise dilakukan dengan menyodorkan tangan sekaligus sebagai tanda kalau kita hanya ingin berjabat-tangan. Sering kali kita berada pada situasi di mana kita tidak tahu harus bagaimana. Ketika ragu, maka langsung mengulurkan tangan untuk berjabatan-tangan atau mengatakan halo sambil melambaikan tangan.

Voilà et merci beaucoup
En espérant que cela vous sera utile
Nous vous souhaitons un agréable séjour en France
Très bon début de semaine à tou(te)s et bonne rentrée
Humas PPI Prancis

 

 

 

Indeed we are made into nations and tribes that we may know each other and not despise each other,
and the most honored is the most righteous. So read, but read in the name of your Lord who has created all that exists…

 

 

 

Info lebih lanjut/further/pour plus d’info, consultez:
http://bonnes-manieres.com/comment-faire-la-bise
http://arte.tv/magazine/borgen/fr/lusage-la-bise-karambolage
http://voyagesenfrancais.fr
http://lexpress.fr/informations/l-art-de-la-bise_636138.html#dhgFUGqwGh5JQUtK.99
http://mon43.fr/actualite-53418-insolite-la-haute-loire-dernier-rempart-des-troisbises-avant-nord.html
http://nytimes.com/2012/07/22/fashion/social-kissing-welcome-or-not.html?pagewanted=all&_r=0
http://economist.com/blogs/gulliver/2014/10/kissing-business-acquaintances?fsrc=scn/tw/te/bl/ed/xxxxorxxxxx
https://wikipedia.org/wiki/Cheek_kissing

 

 

 


Upcoming Events - Evénements Prevus

Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31