Réussir-Here

Le Guide Pratique

  
 

PROGRAM AU-PAIR

«SHARING TENTANG AU PAIR»

Oleh : Anisah Utami Mukti

Rasanya sulit menuliskan pengalaman ber-Au Pair karena ternyata banyak hal yang ngga absolut, sehingga ngga bisa kita membuat satu atau seorang pengalaman Au Pair menjadi patokan. Saran saya untuk yang ingin menjadi Au Pair, sebanyak-banyaknya membrowsing pengalaman orang lain. Saya sendiri yang sebelumnya sudah mendengar, membaca (dan me-Youtube) pengalaman Au Pair orang-orang, tetap baru memahami suka dan dukanya setelah mengalaminya.

Banyak faktor yang membuat pengalaman Au Pair menjadi begitu relatif. Famille d’accueil (host family); Kota/negara tempat tinggal; Ekspektasi kita dan si keluarga; Anak yang diasuh; Keterbukaan dan adaptasi, mungkin adalah faktor-faktor major. Untuk saya sendiri, menjadi Au Pair adalah mengimbangi antara hubungan personal kekeluargaan dengan hubungan profesional, karena kita masuk menjadi bagian keluarga, hidup bersama dalam satu atap dan berinteraksi intens setiap hari, sekaligus bekerja dan dibayar.

Menjadi Au Pair membuat saya memiliki begitu banyak kesempatan untuk menjelajah dan menemukan pengalaman baru. Dan yang akan saya ceritakan sekarang mungkin bukan ke arah pengalaman tersebut, tapi lebih pada: gimana sih prosesnya menjadi Au Pair.

«MENEMUKAN FAMILLE D’ACCUEIL»

Mencari keluarga aupair bisa ditempuh lewat agen maupun mencari sendiri lewat bantuan situs internet. Untuk aupair di Prancis, saya tidak menemukan agennya di Indonesia, dan lewat situs Campusfrance saya mengetahui situs Aupairworld.net. Di situs ini ngga hanya Prancis, tapi ada berbagai negara tujuan Aupair lain.

Caranya, kita membuat profil tentang diri kita, karakter dan skill yang kita bisa, alasan kita ingin menjadi Au Pair, dan ekspektasi kita baik materi maupun target personal seperti ingin berjalan-jalan keliling Eropa, fasih berbahasa Prancis, ingin melanjutkan sekolah, etc.

Famille d’accueil pun melakukan hal yang sama, membuat profil. Setelah itu masing-masing bisa saling mencari dan melamar, berkomunikasi lewat message ataupun Skype. Melalui proses wawancara ini, kita bisa saling mengenal dan bertukar ekspektasi masing-masing sebelum nantinya merasa cocok dan deal. Sekaligus membuat kesepakatan tentang siapa yang akan menanggung biaya-biaya. Untuk Prancis, Famille d’accueil ngga berkewajiban menanggung biaya pesawat dan biaya kursus, namun melalui komunikasi itu kita bisa menawar, karena ada yang bersedia membiayai sebagian dari biaya-biaya itu.

Proses saya dari mulai membuat profil hingga menemukan keluarga yang cocok memakan waktu 2-3 bulan.

«TAHAP ADMINISTRATIF »

Setelah deal dengan satu keluarga, kita bisa berlanjut ke proses administratif. Prosesnya dimulai dengan pembuatan kontrak di Prancis, yang nantinya kontrak itu jadi salah satu syarat untuk pengajuan visa di Indonesia. Untuk Prancis, program Aupair termasuk dalam Visa pelajar, jadi kepengurusannya nantinya berhubungan dengan Campus France Indonesia.

Untuk mendapatkan kontrak, dokumen yang disiapkan adalah:

- Formulir kontrak yang sudah diisi dan ditandatangani oleh Au Pair dan Famille d’accueil. Ngga perlu mengirim via pos, kita cukup mengisi, menscan, dan mengirim lewat email. Tapi pastikan isinya adalah hasil kesepakatan kedua pihak.

- Sertifikat bahasa prancis (disarankan min. A2), dan/atau sertifikat sekolah.

- Passport.

- Bukti pendaftaran kursus atau sekolah bahasa di Prancis selama jangka waktu tinggal.

- Sertifikat medis, tertanggal maksimal 3 bulan, diterjemahkan ke bahasa Prancis. Departemen pelayanan publik Prancis mencantumkan ini sebagai salah satu syarat dokumen, namun saya sudah menyiapkannya dan ternyata ngga terpakai. Karena nantinya setelah tiba kita akan mendapat panggilan pemeriksaan medis untuk validasi izin tinggal lebih dari 3 bulan, di kantor imigrasi Prancis (OFII)

- Surat motivasi berbahasa Prancis. Dokumen ini pun menjadi salah satu syarat yang dicantumkan tapi tidak diminta oleh Prancis, namun nantinya akan diperlukan untuk pengajuan visa di kedutaan Prancis di Indonesia.

Semua dokumen dikirim via email, dan pengurusannya memakan waktu 1 hingga 6 minggu. Pengalaman saya mengurus ini adalah 1 minggu (5 hari kerja). Untuk penerjemahan dokumen ke dalam bahasa Prancis, Campus France memiliki nama dan kontak penerjemah tersumpah yang ditunjuk oleh kedutaan.

Kedutaan Prancis di Indonesia menunjuk Campus France untuk pengurusan visa pelajar. Jadi sebelum mengajukan visa ke kedutaan, terlebih dahulu proyek studi (Au Pair) akan di evaluasi oleh Campus France. Daftar dokumen yang diperlukan ada di situs mereka, atau kita bisa menghubungi Campus France di cabang terdekat dengan kota tempat tinggal. Dokumen proyek studi dikirim melalui email dan jika sudah lengkap kita akan mendapat panggilan wawancara. Untuk menghemat waktu, selama menunggu approval kontrak di Prancis, kita bisa menyiapkan dokumen-dokumen untuk evaluasi proyek studi dan pengajuan visa, karena untuk proses penerjemahan dokumen juga memerlukan waktu.

Setelah evaluasi dokumen dan wawancara dengan Campus France, kita bisa mengajukan visa ke kedutaan. Siapkan juga biaya untuk pengajuan visa maupun dokumen lain seperti Travel insurance. Untuk dokumen bukti tiket pesawat, kita ngga perlu sudah membeli, namun cukup mereservasi.

Sedikit saran untuk menghemat biaya pesawat, bisa menggunakan kartu ISIC dan membeli lewat STA - Student travel.

Proses approval untuk visa kira-kira memakan waktu maksimal 10 hari kerja.

Alors, BON VOYAGE ! et BONNE CHANCE !

«LINK»

Au Pair – Aupairworld

http://www.aupair-world.net/index.php/au_pair_program/france/

Au Pair - CampusFrance

http://www.indonesie.campusfrance.org/node/9802

Au Pair – Stagiaire Aide Familial

http://vosdroits.service-public.fr/F13348.xhtml#N100A7

Kontrak

https://www.formulaires.modernisation.gouv.fr/gf/cerfa_88054.do

Dokumen Evaluasi Proyek Studi

http://www.indonesie.campusfrance.org/id/node/8988

Visa Jangka Panjang

http://www.indonesie.campusfrance.org/id/node/9815