Éducation

L'Université est une chance!

  
 

Pengalaman Studi Doktoral di Prancis

Oleh : Rakhmat Hidayat

Kandidat PhD Sosiologi Pendidikan Université Lumiere Lyon 2 & Dosen Jurusan Sosiologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ)

Studi jenjang doktoral adalah satu hal sangat dimimpi-mimpikan oleh sarjana Indonesia.Apalagi bisa lanjut doktoral di negara-negara  Eropa terutama Prancis.Senangnya minta ampun.Tapi jangan salah.Setelah diterima di kampus Prancis,akan dijumpai berbagai masalah dan tantangan yang datang silih berganti.Senang diawal bisa menjadi malapetaka di kemudian hari,jika kita tak bisa membaca situasi dengan berbagai strategi khususnya.Kuliah doktoral di Prancis dilakukan dalam berbagai proses yang berbeda-beda.Tergantung kebijakan departemen,institut,laboratorium hingga kebijakan dari professornya yang menjadi supervisor disertasinya. Tulisan berikut ini lebih kepada pengalaman pribadi selama studi doktoral. Dari sifatnya yang personal, maka substansi tulisan tak bisa digeneralisir secara keseluruhan karena menggambarkan subyektifitas penulis.

Dari segi aturan,ada proses doktoral yang sangat ketat,cukup ketat,hingga sangat bebas atau independen.Setiap lembaga (fakultas/institut/departemen) memiliki peraturan yang berbeda-beda bagi setiap doktoralnya.Jika ada aturan yang mengatur kegiatan,tak ada masalah karena semua diatur secara jelas dan tertib.Aturan tersebut antara lain jam kerja,rapat hingga jadwal konsultasi.Justru yang repot adalah sistem doktoral yang bebas dan menekankan kerja mandiri.Tak ada aturan baku dari lembaga atau professor.Misalnya,tidak wajib bekerja di kantor setiap harinya.Tidak ada jadwal khusus untuk konsultasi disertasi. Bagi lembaga dalam disiplin ilmu sosial atau humaniora,tidak seketat lembaga-lembaga dalam sains.Bahkan,ada beberapa lembaga/institut yang sangat bebas.Artinya,seorang doktoral bekerja mandiri/independen.Yang penting menekankan pada kualitas hasil yang diperlihatkan dalam bentuk paper maupun disertasi.Meski bekerja mandiri,mahasiswa doktoral tetap dilibatkan dalam beberapa diskusi,seminar atau undangan rapat dari professor dan departemen.Untuk seminar,beberapa diantaranya bersifat wajib datang tetapi ada juga yang tidak mewajibkan hadir.Bekerja independen adalah tuntutan yang diberikan kepada setiap doktoral karena dari segi pengalaman akademik dia sudah melampaui jenjang akademik sebelumnya mulai dari sarjana hingga master.

Secara umum, mahasiswa doctoral di Prancis dapat dibedakan dalam beberapa kategori. Kategori pertama adalah mahasiswa doktoral yang terlibat dalam sebuah proyek riset yang diselenggarakan oleh sebuah lembaga tertentu. Biasanya disebut doctoral by project. Lowongan doktoral biasanya sudah ditentukan tema untuk riset yang akan dilakukan. Kandidat wajib membuat proposal sesuai dengan tema yang sudah ditentukan dan jika dia lolos dalam lowongan tersebut maka proposal itulah yang menjadi riset disertasinya.Kategori ini dilakukan dengan cara mengirim lamaran doktoral kepada lembaga tertentu yang menjadi sponsor doctoral.Kategori ini biasanya memiliki durasi waktu tertentu, misalnya hingga 3-4 tahun. Selain Prancis beberapa negara Eropa lainnya juga memiliki jenis doktoral seperti ini.Mereka biasanya membuka lowongan kandidat doktoral di situs resmi lembaganya atau menyebarkan melalui jaringannya.Kategori ini biasanya memiliki status sebagai researcher bukan student. Mereka diberikan gaji bulan yang lebih besar standar beasiswa doktoral.Mereka dikenakan wajib membayar pajak dari gaji bulanannya yang diatas standar gaji di Prancis.Jumlah gajinya tergantung kebijakan lembaga/sponsor tersebut.Biasanya diatas 1500 euro setiap bulannya.Status researcher akan diberikan khusus dalam KTP temporernya.Mereka harus selesai riset disertasinya bersamaan dengan berakhirnya kontrak proyek tersebut.Biasanya ada klausul-klausul tertentu jika riset disertasinya belum selesai padahal proyeknya sudah berakhir.Meskipun banyak didominasi disiplin sains dan engineering,tetapi beberapa proyek doktoral dalam ilmu sosial dan humaniora juga berbasiskan proyek. Kategori kedua adalah doktoral yang dilakukan melalui jalur umum yaitu melalui aplikasi ke professor yang menerimanya sebagai bimbingan doktoralnya atau melalui lembaga tanpa dilibatkan dalam sebuah proyek riset tertentu. Risetnya adalah eksekusi proposal yang sudah diajukan kandidat tersebut kepada professor atau lembaga tertentu.Status doktoralnya biasanya adalah student karena hanya berdasarkan sumber beasiswa dari sponsor-sponsornya baik dalam negeri maupun luar negeri. Jumlahnya juga jauh dibawah standar gaji researcher.Status student tidak dikenakan wajib pajak karena penghasilannya (dalam hal ini jumlah beasiswanya) dibawah standar gaji Prancis.Tipe student ada yang tersebar dalam disiplin sains dan engineering dan ada juga dalam bidang sosial humaniora.

Saya termasuk berafiliasi dengan sebuah laboratorium dan professor yang tidak memiliki aturan ketat.Bahkan,bisa dikatakan sangat bebas alias hanya mengandalkan kerja mandiri.Sejak awal tiba di Lyon dan berjumpa dengan professor saya untuk konsultasi awal,saya hanya diberikan sebuah ruang kerja selama saya studi doktoral.Saya tanyakan ke beliau,apakah saya wajib bekerja tiap hari?Beliau menjelaskan tidak wajib buat saya bekerja tiap hari di kantor tersebut. Saya berfikir bahwa saya harus bekerja tiap hari di kantor.Meskipun tidak wajib sebagaimana disampaikan professor,tetapi saya berkomitmen untuk bekerja setiap hari di kantor yang sudah disediakan oleh professor saya.Ini adalah kesempatan emas saya untuk bekerja dengan maksimal di kantor yang memiliki fasilitas sangat lengkap.Tidak semua doktoral memiliki kesempatan yang sama seperti saya.Saya diberikan akses yang luas untuk memanfaatkan berbagai fasilitas kantor seperti printer,foto kopi,scanner hingga akses keluar masuk gedung secara leluasa.Kesempatan ini dikatakan langka karena hanya doktoral tertentu yang mendapatkannya.Hal tersebut karena professor saya adalah akademisi senior di kantor tersebut.Semua bimbingan dia disediakan ruang kerja yang nyaman.Ruang kerjanya memang tidak besar.Kira-kira berukuran 3x1 meter.Inipun diberikan untuk dua orang yang bekerja bersamaan.

Saya bekerja tiap hari selama lima hari kerja sejak pukul 09.00 dan pulang sering diatas pukul 19.00.Kadang kala,jika tugas riset sedang deadline,saya pulang diatas pukul 20.00.Diantara teman-teman kantor lainnya,boleh dikata saya adalah penghuni terakhir yang keluar meninggalkan gedung. Banyak manfaat yang bisa saya dapatkan dengan bekerja tiap hari di kantor.Saya bisa lebih fokus dan konsentrasi bekerja.Mulai dari membaca dan menulis.Dua aktifitas yang wajib dan rutin saya lakukan setiap harinya.Di kantor,sebagian besar saya berjumpa dengan pegawai-pegawai,peneliti maupun professor yang kebetulan berkantor di gedung tersebut.Beberapa diantaranya adalah doktoral dengan bimbingan professor berbeda.Frekuensi perjumpaan setiap harinya ini menjadi ajang interaksi memperlancar untuk praktik Bahasa Prancis saya.Kami biasa berjumpa setiap hari.Saling bertegur sapa.Kadang juga minum teh/kopi bersama jika ada kolega yang baru saja pulang dinas kantor dari luar kota.Mereka biasanya membawa oleh-oleh makanan dan minuman khas negara atau kotanya.Biasanya kami berkumpul bersama di pagi hari untuk menikmati oleh-oleh makanan tersebut.Sekadar 15 menit.Setelah itu,kami langsung bekerja kembali seperti biasa.

Manfaat lainnya adalah saya belajar banyak tentang suasana dan iklim interaksi di kantor sebuah pusat studi.Kantor dimana saya bekerja bernama Institut Francais de l'Education (IFE).Lembaga ini dikenal sebagai salah satu pusat studi pendidikan yang terbaik di Prancis.Sebagai dosen dan peneliti,tentu saya belajar banyak tentang bagaimana interaksi kantor dilakukan setiap harinya.Saya bisa belajar banyak hal tersebut untuk pengalaman pribadi saya setelah pulang ke tanah air.Saya banyak belajar hal-hal yang mungkin sepele seperti tidak ada kebiasaan menggosip,menjatuhkan orang lain hingga ngobrol ngalor-ngidul tak karuan.Semua bekerja sesuai dengan tugas dan fungsinya.Ada waktunya untuk mengobrol dan istirahat. Atmosfer kantor seperti inilah yang sangat saya rasakan selama menjalani studi di Lyon.Setiap harinya,saya sudah terbiasa untuk bekerja di kantor.Apapun cuaca dan kondisinya.Jika musim dingin,memang setiap pukul 17.00,sudah gelap gulita.Tetapi jika musim panas,pukul 20.00 masih terasa pukul 15.00nya di tanah air.

Bagi doktoral yang tidak disediakan kantor,biasanya bekerja di perpustakaan atau bekerja di apartemennya.Jika bekerja di perpustakaan mungkin bisa lebih fokus.Berbeda dengan bekerja di apartemen yang selalu banyak godaannya.Misalnya,dia bias tergoda untuk berselancar di berbagai media sosial seperti Facebook atau Twitter.Waktu yang tersita ini menurut saya sangat merugi karena bisa digunakan untuk membaca buku atau menulis. Bekerja di apartemen lebih santai.Dia bisa bekerja sesuai kemauannya.Jika bekerja di kantor,saya harus mengatur waktu sebaik mungkin.Misalnya,istirahat siang bersamaan dengan sholat dhuhur.Bagi doktoral yang bekerja di rumah,dia bisa mengatur waktu makan dan shalat dengan leluasa.Bekerja di apartemen dengan hanya mengandalkan laptop,buku dan internet tidak memungkinkan interaksi dengan orang lain.Otomatis kemampuan bahasa Prancis juga tak berkembang baik.Belum mendapatkan pengkayaan suasana akademik dengan karyawan dan peneliti lainnya.

Bagi doktoral yang bekerja mandiri di perpustakaan tanpa akses kantor,dia harus siap-siap mengeluarkan biaya lebih untuk print maupun fotokopi.Resiko yang harus diterima karena dia tanpa akses ke gedung tertentu. Menurut hemat saya,bekerja di kantor lebih baik karena akan mendapatkan nilai lebih dan manfaatnya dibandingkan dengan bekerja di perpustakaan apalagi bekerja di apartemen. Pilihan saya bekerja di kantor,karena kesempatan emas ini tak pernah didapatkan di tanah air termasuk di kantor tempat saya bekerja.

 

Lyon, Desember 2013