Selasar Kebudayaan

Come together as brothers

  
 

Garis Besar Diskusi Selasar Budaya I

Tanggal: 5 Maret 2016

Medium: Weeziq.com

Tema: LGBT: Antara Norma Hidup dan Hukum Positif di Indonesia

 

Download Resume

 

Paparan Dr. Wisnu Adihartono

Perbedaan anatra Gender dan Seks. Gender merujuk berhubungan dengan peran sosial dan Seks berkaitan dengan bentuk morfologis.

LGBT telah hadir sejak lama di Nusantara sebelum lahirnya Republik Indonesia seperti di-ilustrasikan melalui tokoh masyarakat "bissu" yakni seorang laki-laki yang dipilih untuk memelihara benda pusaka di tanah bugis dan berpakaian layaknya wanita. Adapun karakter utama untuk menjadi bissu adalah: (1) hafal mantera kuno agar dapat berkomunikasi dengan dewa dan (2) memiliki penis namun tidak dapat berereksi. Bissu melambangkan gabungan sisi feminim dan maskulin dalam satu tubuh dan menunjukan kehadiran transgender dalam  budaya lokal masyarakat nusantara.

Budaya lain yang menggambarkan kehadiran LGBT adalah tradisi Warok - gemblak dari Ponorogo. Seorang Warok adalah pemimpin dari Ponorogo sedangkan seorang Gemblak adalah hamba seksual dari Warok. Gemblak pada dasarnya seorang laki-laki yang didandani sebagai perempuan dan dipilih langsung oleh Warok guna melayani hasrat seks sang Warok. Meskipun Warok memiliki istri namun tetap berhubungan badan dengan gemblak guna menjaga kesaktiannya.

Kehadiran LGBT lain dapat ditemukan pada cerita-cerita Serat Centini. Dalam satu cerita digambarkan raja tertarik pada kegantengan 2 pria dan berusaha berhubungan seksual dengan pria tersebut.

Kontribusi komunitas LGBT terhadap kemajuan bangsa dalam hal prestasi cukup banyak dan perlu diperhatikan ketimbang stigmatisasi terhadap mereka.

Paparan Mas Rudi Natamihardja

Sudut Pandang LGBT dan Pengaturan hukum yang berlaku terhadap LGBT di Indonesia

Hukum yang berlaku di Uni Eropa: Pada asasnya terdapat perlindungan yang diberikan oleh negara-negara namun masih terdapat perbedaan level perlindungan.

Perbedaan antara pro-kontra pada negara-negara lain di luar Uni Eropa

Indonesia sebagai Negara Hukum mengalami perubahan signifikan setelah amandemen UUD. Negara Hukum merujuk kepada tata kelola kehidupan mpasyarakat dan hubungan dengan pemerintahan yang didasari peraturan peraturan yang melindungi hak hak masyarakat.

Negara hukum diatur berdasarkan hierarki sumber sumber hukum (peraturan perundang-undangan di Indonesia)

Perlindungan asasi hak-hak LGBT terdapat pada tingkat Grundnorm dan konstitusi yakni (1) Butir kedua Pancasila dan (2) Pasal 28 UUD terutama terkait perlakuan berkemanusiaan. Selain itu Pasal 29A menjamin Hak untuk hidup dan untuk mempertahankan kehidupan.

Sudut Pandang LGBT dan Pengaturan hukum yang berlaku terhadap LGBT di Indonesia

Hukum yang berlaku di Uni Eropa: Pada asasnya terdapat perlindungan yang diberikan oleh negara-negara namun masih terdapat perbedaan level perlindunganan

Pasal 8 UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, perlindungan, pemajuan, penegakan dan pemenuhan Hak Asasi Manusia memberikan perlindungan terhadap kelompon minoritas

Belum ada perlindungan lain yang lebih speosifik terhadap kelompok LGBT secara khusus.

 

Pertanyaan-Pertanyaan

Pertanyaan: Bagaimana perkembangan keadaan para Bissu?

Pertanyaan mas Ausi: Bagaimana pengaturan adanya pertentangan antara kleadaan sosiologius dan norma hukum dalam hal LGBT?

Pertanyaan dari mas Dewa: (1) Bagaimana norma hukum dapat mendamaikan masalah LGBT mengingat banyaknya peraturan terutama dalam bentuk Perda yang menyerang kelompok LGBT seperti melalui substansi aturan yang melarang perilaku anal seks? dan (2) Penelitian mas Fitrah, seorang peneliti muda di UI yang menunjukan adanya korelasi negatif antara tingkat LGBT dan pertumbuhan ekonomi dimana LGBT diduga dapat menghambat pertumbuhan per kapita suatu negara?

Jawaban dari Pembicara

Dr Wisnu menjawab: terdapat dinamika sejarah dimana para Bissu dikejar dan dibunuh pasca G30 SPKI dan dipaksa memilih antara memluk agama ismam atau agama lain atau dibunuh. Kini para bissu melakukan performance budaya dalam kerangka parawisata.

Dr. Wisnu menjawab: komunitas LGBT masih memperjuangkan agar komunitas mereka dapat diterima ditengah masyarakat dan agenda pernikahan sesama jenis masih jauh. Mas Rudi menjawab bahwa agama abrahamik di Indonesia berfungsi sebagai filter dari budaya-budaya sebelumnya yang dianggap menyimpang dari akar dan standar agama itu sendiri sehingga tempat bagi LGBT ditengah masyarakat bergantung dari kehendak masyarakat.

Dr. Wisnu menjawab: tertarik untuk mempelajari penelitian mas Fitrah secara lebih mendalam. Namun sejauh ini lebih terlihat kontribusi positif anggota komunitas LGBT melalui karya bagi bangsa. Diharapkan kedepannya masyarakat mengurangi stigmatisasi negatif yang dikaitkan kepada unsur seks semata dan lebih melihat kepada kontribusi komunitas LGBT dalam memberikan penilaian.

 

Kesimpulan Umum

Kehadiran LGBT bukanlah hal yang baru di tengah masyarakat nusantara melainkan hadir secara jelas dalam berbagai manifestasi budaya lokal

Penentangan terhadap kehadiran komunitas LGBT lebih terkait kepada universalisasi "standar normal" pada asasnya  didasari pada prinsip anti-sodomi (kisah kaum Luth) dalam ajaran agama abrahamik yang kini mayoritas. Alhasil, agama menjadi "filter" bagi budaya-budaya yang sebelumnya ada di nusantara.

Peraturan perundang-undangan di Indonesia masih sangat ambivalen terhadap komunitas LGBT dan layaknya pendulum bergerak antara memberikan perlindungan hak-hak konstitusional sebagai kelompok minoritas di satu sisi  dan penegakan aspirasi dan kehendak masyarakat mayoritas yang menentang perilaku LGBT berdasarkan norma agama yang hidup dalam masyarakat.

Perlu adanya sikap yang lebih terbuka dan toleran dari masyarakat terhadap komunitas LGBT yang juga turut berkontribusi dalam karya bagi bangsa.

Note Tambahan dari Notulen:

Apabila terdapat Perda yang diduga bertentangan dengan peraturan perundang-undangan diatasnya seperti dalam hal Perda yang diduga bertentangan dengan Pasal 8 UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, perlindungan, pemajuan, penegakan dan pemenuhan Hak Asasi Manusia maka dapat diajukan pengujian melalui Mahkamah Agung.

Pembahasan secara detil dapat dilihat pada link berikut:

http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt4f20d250c7f05/mekanisme-pengujian-perda-kabupaten-kota-yang-bertentangan-dengan-uu

 

Peserta Diskusi

Setyawan Ajie (moderator)

Yusuf ausiandra

Wisnu adihartono (pembicara)

Rudi (pembicara)

PPI prancis

Dewa frendika

Indah tridiyanti

Andri nurdiansyah

Garin nurachman

Putra eka

Fluorine

Ani ahmad jaelani

Audy kenap

Fakhrul

Alfi

Peter parker

Pai99

Novri suhermi

Andri nurdiansyah

Anita thea

Catur

Manung

Page 2 of 2