OKTI

Olimpiade Karya Tulis Inovative

  
 

Kawasan Asia Tenggara merupakan kawasan yang memiliki nilai strategis baik dalam konteks geo-politik maupun geo-ekonomi. Kondisi tersebut menyebabkan kawasan Asia Tenggara menjadi ajang persaingan pengaruh kekuatan pada era perang dingin antara blok barat dan blok timur. Kini memasuki abad ke-21, negara-negara ASEAN mulai menyadari pentingnya pengaruh kekuatan kawasan dalam konstelasi global. Kepala Negara/Pemerintahan bersepakat untuk mengembangkan suatu kawasan yang terintegrasi dengan membentuk komunitas negara-negara Asia Tenggara yang terbuka, damai, adil dan sejahtera yang diikat dalam bentuk kemintraan dinamis di tahun 2020. Gagasan ini dituangkan dalam dokumen Bali Concord II pada Konferensi Tingkat Tinggi ke-9 di Bali yang menyepakati pembentukan Komunitas ASEAN. Setelah mengalami berbagai kemajuan terutama dengan disepakatinya tiga rencana aksi ke dalam Vientiane Action Program, maka seluruh Kepala Negara/Pemerintahan bersepakat di dalam Deklarasi Cebu untuk mempercepat pelaksanaan Komunitas ASEAN dari tahun 2020 menjadi tahun 2015.

 

Komunitas ASEAN memiliki tiga pilar penting meliputi komunitas Politik-Keamanan (ASEAN Political-Security Community/APSC), Komunitas Ekonomi (ASEAN Economic Community/AEC) dan Komunitas Sosial Budaya (ASEAN Socio-Cultural Community/ASCC). Komunitas Politik-Keamanan memiliki visi untuk mempromosikan pembangunan iklim politik kawasan yang sejalan dengan prinsip demokrasi, penegakan hukum, penghormatan terhadap hak hidup manusia dan tata pemerintahan yang baik (good governance). Sedangkan Komunitas Ekonomi berfokus pada upaya mengimplementasikan pasar tunggal dan bebas produksi, memajukan kawasan ekonomi yang berdaya saing, mendorong pembangunan ekonomi yang merata/inklusif serta integrasi dalam ekonomi global. Terakhir Komunitas Sosio-Budaya bertujuan untuk merealisasikan komunitas ASEAN yang berpusat pada pembangunan manusia dan pertanggungjawaban sosial yang bertumpu pada solidaritas, kesatuan, kepedulian dan kesejahteraan masyarakat.

 

Implementasi Komunitas ASEAN pada tahun ini tentu menjadi peluang yang besar bagi Indonesia agar lebih maju, makmur dan sejahtera. Upaya ini tentu harus dilakukan dengan mengkonversi tiga pilar tersebut ke dalam program pembangunan yang baik dan benar. Salah satunya dengan mengoptimalkan potensi kemaritiman Indonesia sebagai poros utama penggerak kemajuan. Hal ini juga sejalan dengan arahan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo untuk membangun kawasan pesisir dan laut Indonesia melalui dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi agar sejalan dengan prinsip pembangunan yang berkelanjutan dan salah satu aktor penting didalamnya adalah kaum intelegensia/mahasiswa Indonesia di seluruh dunia.

 

Dengan mempertimbangkan pentingnya upaya sinkronisasi antara peluang, potensi serta urgensi peran mahasiswa/kaum terpelajar dalam membangun Indonesia, maka Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Prancis menyelenggarakan Olimpiade Karya Tulis Inovatif (OKTI) 2015 dengan tema « Constructing Strategies for Maritime Axis as Indonesia's Core Policies in Advancing ASEAN Community 2015 ». Kegiatan ini bertujuan untuk mengintegrasikan dan mempublikasikan berbagai gagasan/ide yang solutif dan implementatif dalam bentuk karya tulis ilmiah. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menjadi wadah untuk menyampaikan gagasan/ide dari berbagai bidang keilmuan kepada stakeholders yang terkait di Indonesia.